Wahyundari, Irma (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK GOLONGAN CEFALOSPORIN DAN FLUOROQUINOLONE PADA PASIEN LANSIA DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT “X” KOTA BATU. Other thesis, STIKES Panti Waluya Malang.
STIKESPW_Irma_Halaman Depan.pdf.pdf - Published Version
Download (624kB)
STIKESPW_Irma_Bab 1.pdf.pdf - Published Version
Download (160kB)
STIKESPW_Irma_Bab 2.pdf.pdf - Published Version
Download (300kB)
STIKESPW_Irma_Bab 3.pdf.pdf - Published Version
Download (170kB)
STIKESPW_Irma_Bab 4.pdf.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (206kB) | Request a copy
STIKESPW_Irma_Bab 5.pdf.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (32kB) | Request a copy
STIKESPW_Irma_Daftar Pustaka.pdf.pdf - Published Version
Download (183kB)
STIKESPW_Irma_Lampiran.pdf.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (586kB) | Request a copy
Abstract
Latar Belakang : Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang sering terjadi pada kelompok lanjut usia akibat perubahan fisiologis yang meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Pengobatan utama untuk infeksi saluran kemih (ISK) adalah pemberian antibiotik, yang bertujuan untuk menghambat progresi infeksi, eradikasi mikroorganisme patogen, serta mencegah rekurensi. Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan obat antibiotik golongan Cefalosporin dan Fluoroquinolone berdasarkan parameter Urinalisis Bagian Bakteri pada pasien lansia dengan infeksi saluran kemih di Rumah Sakit “X” Kota Batu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien lansia ISK yang mendapatkan terapi golongan Cefalosporin dan Fluorokuinolon selama periode 2024–2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Karakteristik pasien didominasi oleh laki-laki (59%), kelompok usia lanjut 60–75 tahun (78,6%), dan tingkat pendidikan dasar (SD) sebesar 64%. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Ceftriaxone (41%) dan Levofloxacin (36%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan secara statistik antara penggunaan antibiotik golongan sefalosporin dan fluorokuinolon dalam mengeradikasi bakteri pada pasien lansia (p-value = 0,477 > 0,05). Kesimpulan: Kedua golongan antibiotik tersebut memiliki efektivitas yang setara dalam pengobatan ISK pada pasien lansia di Rumah Sakit “X” Kota Batu. Pemilihan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis pasien dan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit.
Kata Kunci : Infeksi Saluran Kemih, Antibiotik, Cefalosporin, Fluorokuinolone, Lansia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1 : apt. Luluk Anisyah, S.Si.,M.Farm Pembimbing 2 : Venny Kurnia Andika, S.Si.,M.Biotech |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Infeksi Saluran Kemih, Antibiotik, Cefalosporin, Fluorokuinolone, Lansia. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | S1 Farmasi STIKes |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 05:34 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 05:34 |
| URI: | https://repository.stikespantiwaluya.ac.id/id/eprint/564 |
