Azizah, Adilla Yunar Nur (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (WIGHT) Walp) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f) TERHADAP Staphylococcus epidermidis. Other thesis, STIKes Panti Waluya Malang.
STIKESPW_Adilla_Halaman Depan.pdf - Published Version
Download (688kB)
STIKESPW_Adilla_BAB 1.pdf - Published Version
Download (267kB)
STIKESPW_Adilla_BAB 2.pdf - Published Version
Download (594kB)
STIKESPW_Adilla_BAB 3.pdf - Published Version
Download (691kB)
STIKESPW_Adilla_BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (470kB) | Request a copy
STIKESPW_Adilla_BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (205kB) | Request a copy
STIKESPW_Adilla_Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (275kB)
STIKESPW_Adilla_Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Latar Belakang: Daun salam (Syzygium polyanthum (WIGHT) Walp) dan lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f) yang merupakan tanaman mengandung senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, fenol, dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, sehingga pemanfaatan bahan alam dalam bentuk sediaan gel dapat menjadi alternatif pengobatan antibakteri. Tujuan: Mengetahui tingkat aktivitas antibakteri dan mutu fisik dari sediaan gel kombinasi ekstrak daun salam dan ekstrak lidah buaya konsentrasi 75% dengan perbandingan konsentrasi sediaan 1:1, 2:1, dan 1:2 terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode: Pengambilan ekstrak tanaman menggunakan maserasi etanol 70% untuk daun salam dan metode pengambilan sari ekstrak untuk lidah buaya. Sediaan dibuat dalam bentuk sediaan semi padat berupa gel yang kemudian dilakukan uji mutu fisik. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel menggunakan metode difusi sumuran. Analisis data menggunakan Kruskal-wallis dengan SPSS versi 26. Hasil: Hasil skrining fitokimia daun salam mengandung lebih banyak senyawa aktif jika dibandingkan lidah buaya hanya mengandung flavonoid dan terpenoid. Uji mutu fisik secara keseluruhan telah memenuhi standar, namun nilai viskositas belum memenuhi standar sediaan gel. Uji aktivitas antibakteri yang menunjukkan zona hambat paling besar yakni F4 (ekstrak tunggal daun salam) sebesar 9,63 mm, untuk kombinasi dengan zona hambat paling besar 2:1 (daun salam:lidah buaya) sebesar 8,30 mm. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,011 (P-Value <0,05) yang artinya adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok. Kesimpulan: Sediaan gel yang dihasilkan secara umum memenuhi persyaratan mutu fisik, kecuali pada parameter viskositas. Sediaan gel kombinasi ekstrak daun salam dan lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.
Kata kunci: Antibakteri; daun salam; Gel; lidah buaya; Staphylococcus epidermidis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing 1: Venny Kurnia Andika, S. Si., M. Biotech Pembimbing 2: Ika Nuraini, S. Farm. M. Farm |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Antibakteri; daun salam; Gel; lidah buaya; Staphylococcus epidermidis. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | S1 Farmasi STIKes |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 02:21 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 02:21 |
| URI: | https://repository.stikespantiwaluya.ac.id/id/eprint/538 |
