Florissa, Ozel Navaza Refan (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METAMIZOLE INTRAVENA TUNGGAL DENGAN KETOROLAC INTRAVENA TUNGGAL TERHADAP INTENSITAS NYERI PASCA-OPERASI ORTOPEDI MAYOR DI RUMAH SAKIT “X” PERIODE 2021-2025. Other thesis, STIKes Panti Waluya Malang.
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_Halaman Depan.pdf.pdf - Published Version
Download (1MB)
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_BAB 1.pdf.pdf - Published Version
Download (169kB)
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_BAB 2.pdf.pdf - Published Version
Download (528kB)
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_BAB 3.pdf - Published Version
Download (410kB)
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (372kB) | Request a copy
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (146kB) | Request a copy
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (435kB)
STIKESPW_Ozel Navaza Refan Florissa_Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
ABSTRAK
Latar belakang: Nyeri pasca operasi merupakan nyeri akut akibat trauma jaringan pembedahan yang dapat menghambat proses pemulihan apabila tidak ditangani secara adekuat. Analgesik non-opioid seperti metamizole intravena tunggal dan ketorolac intravena tunggal banyak digunakan sebagai terapi lini awal karena efektif menurunkan intensitas nyeri dan memiliki profil keamanan yang baik. Namun, perbandingan efektivitas kedua obat tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan metamizole intravena tunggal dan ketorolac intravena tunggal terhadap intensitas nyeri pasca operasi mayor di Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study, dimana pengumpulan data dilakukan secara serentak dalam satu waktu dan tidak memberikan intervensi atau perlakuan terhadap variabel dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pasca operasi mayor periode Desember 2021–Desember 2025. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Efektivitas terapi dinilai berdasarkan perubahan intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test atau Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kelompok ketorolac intravena memiliki rerata intensitas nyeri pasca operasi yang lebih rendah dibandingkan kelompok metamizole intravena (2,58 ± 1,518vs5,87 ± 1,379). Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p= 0,000; p< 0,05), sehingga ketorolac intravena terbukti lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pasca operasi mayor dibandingkan metamizole intravena. Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas antara penggunaan metamizole intravena tunggal dan ketorolac intravena tunggal terhadap intensitas nyeri pasca operasi mayor di Rumah Sakit X. Ketorolac intravena memberikan efektivitas yang lebih baik dalam menurunkan intensitas nyeri pasca operasi dibandingkan metamizole intravena.
Kata Kunci: Analgesik, Metamizole, Ketorolac, Nyeri Pasca Operasi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Bapak Wibowo,S.Kep.,Ns.,M.Biomed 2. Bapak apt. Sugiyanto, S.Si.,M.Farm |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Analgesik, Metamizole, Ketorolac, Nyeri Pasca Operasi. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | S1 Farmasi STIKes |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 05:16 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 05:16 |
| URI: | https://repository.stikespantiwaluya.ac.id/id/eprint/547 |
